<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ayoobelajar</title>
	<atom:link href="http://ayoobelajar.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ayoobelajar.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Apr 2008 03:47:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ayoobelajar.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/f9492ab52a483a06510a26e358ab8dda?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ayoobelajar</title>
		<link>http://ayoobelajar.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Ilmu Tajwid</title>
		<link>http://ayoobelajar.wordpress.com/2008/04/02/ilmu-tajwid/</link>
		<comments>http://ayoobelajar.wordpress.com/2008/04/02/ilmu-tajwid/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Apr 2008 03:47:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayoobelajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Tahsin & Tajwid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarserius.co.cc/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Ilmu tajwid adalah ilmu yang sangat penting yang berkaitan antara hamba dan penciptanya. Karena seorang hamba dituntut untuk untuk membaca Al-Fatihah dan beberapa surat lain dalam setiap shalat, yang ilmu tajwid ini merupakan salah satu upaya untuk mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah subhanahu wa ta&#8217;ala.
Namun masih banyak masyarakat yang belum mengetahui pentingnya ilmu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayoobelajar.wordpress.com&blog=2549180&post=40&subd=ayoobelajar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ilmu tajwid adalah ilmu yang sangat penting yang berkaitan antara hamba dan penciptanya. Karena seorang hamba dituntut untuk untuk membaca Al-Fatihah dan beberapa surat lain dalam setiap shalat, yang ilmu tajwid ini merupakan salah satu upaya untuk mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah subhanahu wa ta&#8217;ala.<br />
Namun masih banyak masyarakat yang belum mengetahui pentingnya ilmu tajwid ini. Padahal, membaca Al-Quran dengan pelan dan tenang serta memahami hukum tajwid dengan benar, baik memanjangkan bacaan panjang, mengucapkan dengan dengung, merupakan sebagus-bagus bacaan, sebagaimana perintah Allah dalam Al-Quran srat Al-Muzammil ayat ke-4 :<br />
“DAN BACALAH AL-QURAN ITU SECARA TARTIL.”<br />
Dan yang sangat kita sayangkan adalah ketika kita dapati para imam rawatib yang masih banyak kesalahan dalam membacanya. Terutama ketika membaca Al-Fatihah, di mana hal ini dapat merubah arti dan maknanya (sehingga bisa membatalkan shalatnya). Padahal, Al-Fatihah merupakan salah satu rukun shalat. Hal ini menunjukkan bahwa masih jauhnya mereka dari ilmu.<br />
Maka kami nasehatkan kepada kaum muslimin untuk kembali menuntut ilmu agama mereka, yang diambil dari Al-Quran dan As-Sunnah, baik dalam permasalahan aqidah, ibadah, muamalah, tajwid, dan yang lainnya. Agar senantiasa kokoh pada aqidah yang benar, serta berupaya untuk menyelamatkan diri kita di dunia dan di akhirat. Amin</p>
<p>Belajar ilmu seperti ini seharusnya langsung dari guru / ustadz. Karena dengan lewat mereka, kita langsung bisa dibetulkan jika kita ada kesalahan. Betapa banyak orang yang menganggap bacaannya benar, namun ternyata jauh dari benar itu sendiri. Dan biasanya, jika orang itu sudah terbiasa membaca dengan salah (misal panjang pendeknya dsb), maka biasanya sangat sulit untuk bisa dirubah. Bagi yang ingin melengkapi proses belajarnya, berikut ada software <em><strong>(animasi flash)</strong></em> yang semoga bisa membantu. Namun sekali lagi, belajarlah ilmu seperti langsung kepada ahlinya.</p>
<p>Bagi yang ingin software tersebut bisa didownload <a href="http://upload.ugm.ac.id/download.php?file=5744belajar_mudah_membaca_al-quran.zip">di sini  (3183 Kb)</a><a href="http://upload.ugm.ac.id/download.php?file=5744belajar_mudah_membaca_al-quran.zip"><br />
</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ayoobelajar.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ayoobelajar.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ayoobelajar.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ayoobelajar.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ayoobelajar.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ayoobelajar.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ayoobelajar.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ayoobelajar.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ayoobelajar.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ayoobelajar.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ayoobelajar.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ayoobelajar.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayoobelajar.wordpress.com&blog=2549180&post=40&subd=ayoobelajar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ayoobelajar.wordpress.com/2008/04/02/ilmu-tajwid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fc933f31e127176ba9aa1231605f6df4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ayoobelajar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar adalah Proses; Dia Juga Perlu &#8220;MOTIVASI&#8221;</title>
		<link>http://ayoobelajar.wordpress.com/2008/04/01/belajar-adalah-proses-dia-juga-perlu-motivasi/</link>
		<comments>http://ayoobelajar.wordpress.com/2008/04/01/belajar-adalah-proses-dia-juga-perlu-motivasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 00:42:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayoobelajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Yuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarserius.co.cc/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Semakin kita memahami lebih banyak tentang dunia di sekitar kita, semakin bergairah dan penasaranlah terhadap kenyataan hidup yang ada dalam hidup kita.
Gairah adalah salah satu elemen pokok yang meringankan upaya dan mengubah kegiatan-kegiatan yang biasa-biasa saja menjadi suatu pekerjaan yang dapat dinikmati.
Semakin besar “Mengapa” kita akan semakin besar energi yang mendorong kita untuk meraih sukses.
Mimpi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayoobelajar.wordpress.com&blog=2549180&post=37&subd=ayoobelajar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Semakin kita memahami lebih banyak tentang dunia di sekitar kita, semakin bergairah dan penasaranlah terhadap kenyataan hidup yang ada dalam hidup kita.</p>
<p>Gairah adalah salah satu elemen pokok yang meringankan upaya dan mengubah kegiatan-kegiatan yang biasa-biasa saja menjadi suatu pekerjaan yang dapat dinikmati.</p>
<p>Semakin besar “Mengapa” kita akan semakin besar energi yang mendorong kita untuk meraih sukses.</p>
<p>Mimpi tidak hanya membantu kita berhadapan dengan kegagalan, tetapi mereka juga memotivasi kita secara konstan.</p>
<p>Mimpi masa kini adalah kenyataan hari esok.</p>
<p>Insya Allah kita bisa, jika kita berpikir bisa, selama akal mengatakan bisa. Batasan apakah sesuatu masuk akal atau tidak, kita lihat saja orang lain, jika orang lain telah melakukannya atau telah mencapai impiannya, maka impian tersebut adalah masuk akal.<br />
<span id="more-37"></span><br />
Menuliskan tujuan akan sangat membantu dalam menjaga alasan melakukan sesuatu.</p>
<p>Apakah kita bisa untuk mengemban misi kita? Insya Allah kita bisa, karena Allah Mahatahu, Allah tahu sampai dimana potensi dan kemampuan kita. Jika kita tidak merasa mampu berarti kita belum benar-benar mengoptimalkan potensi kita.</p>
<p>Jika target obsesi itu baik, maka memiliki obsesi bukan hanya baik, tetapi harus. Karena motivasi dari sebuah obsesi sangat kuat.</p>
<p>Untuk menjadi sukses, kita harus memutuskan dengan tepat apa yang kita inginkan, tuliskan dan kemudian buatlah sebuah rencana untuk mencapainya.</p>
<p>Bisakah kita meraih sukses yang lebih besar lagi?</p>
<p>Merumuskan Visi dan Misi adalah salah satu bentuk dalam mengambil keputusan, bahkan pengambilan keputusan yang cukup fundamental. Visi dan Misi kita akan menjiwai segala<br />
gerak dan tindakan di masa datang.</p>
<p>Jangan takut dengan gagalnya meraih visi, kegagalan meraih visi sebenarnya bukan suatu kegagalan, tetapi merupakan keberhasilan yang kita tempuh meski tidak sepenuhnya.</p>
<p>Visi itulah yang akan menuntun perjalanan hidup kita.</p>
<p>Menciptakan kebiasaan baru adalah salah satu dari kunci sukses. Jika kita ingin sukses kita harus mulai menciptakan kebiasaan-kebiasaan yang akan membawa kita kepada kesuksesan.</p>
<p>Jika kita ingin menang— dalam bisnis, karir, pendidikan, olah raga, dsb— maka kita harus memiliki kebiasaan-kebiasaan seorang pemenang pula.</p>
<p>Jika kita ingin suatu kehidupan yang berbeda, buatlah keputusan yang berbeda juga.</p>
<p>Terakhir..</p>
<p>Man jadda wajada , yakni siapa yang sungguh-sungguh dialah yang berhasil..</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ayoobelajar.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ayoobelajar.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ayoobelajar.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ayoobelajar.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ayoobelajar.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ayoobelajar.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ayoobelajar.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ayoobelajar.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ayoobelajar.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ayoobelajar.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ayoobelajar.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ayoobelajar.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayoobelajar.wordpress.com&blog=2549180&post=37&subd=ayoobelajar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ayoobelajar.wordpress.com/2008/04/01/belajar-adalah-proses-dia-juga-perlu-motivasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fc933f31e127176ba9aa1231605f6df4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ayoobelajar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Renungan Buat Sang Suami</title>
		<link>http://ayoobelajar.wordpress.com/2008/03/05/renungan-buat-sang-suami/</link>
		<comments>http://ayoobelajar.wordpress.com/2008/03/05/renungan-buat-sang-suami/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Mar 2008 01:54:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayoobelajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayoobelajar.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Wahai sang suami &#8230;.
Apakah membebanimu wahai hamba Allah, untuk tersenyum di hadapan istrimu dikala anda masuk ketemu istri tercinta, agar anda meraih pahala dari Allah?!!
Apakah membebanimu untuk berwajah yang berseri-seri tatkala anda melihat anak dan istrimu?!!

Apakah menyulitkanmu wahai hamba Allah, untuk merangkul istrimu, mengecup pipinya serta bercumbu disaat anda menghampiri dirinya?!!
Apakah memberatkanmu untuk mengangkat sesuap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayoobelajar.wordpress.com&blog=2549180&post=33&subd=ayoobelajar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><font size="2">Wahai sang suami &#8230;.<br />
Apakah membebanimu wahai hamba Allah, untuk tersenyum di hadapan istrimu dikala anda masuk ketemu istri tercinta, agar anda meraih pahala dari Allah?!!</font></p>
<p><font size="2">Apakah membebanimu untuk berwajah yang berseri-seri tatkala anda melihat anak dan istrimu?!!</font><br />
<span id="more-33"></span><br />
<font size="2">Apakah menyulitkanmu wahai hamba Allah, untuk merangkul istrimu, mengecup pipinya serta bercumbu disaat anda menghampiri dirinya?!!</font></p>
<p><font size="2">Apakah memberatkanmu untuk mengangkat sesuap nasi dan meletakkannya di mulut sang istri, agar anda mendapat pahala?!!</font></p>
<p><font size="2">Apakah termasuk susuh, kalau anda masuk rumah sambil mengucapkan salam dengan lengkap : &#8220;Assalamu`alaikum Warahmatullah Wabarakatuh&#8221; agar anda meraih 30 kebaikan?!!</font></p>
<p><font size="2">Apa yang membebanimu, jika anda menuturkan untaian kata-kata yang baik yang disenangi kekasihmu, walaupun agak terpaksa, dan mengandung bohong yang dibolehkan?!!</font></p>
<p><font size="2">Tanyalah keadaan istrimu di saat anda masuk rumah!!</font></p>
<p><font size="2">Apakah memberatkanmu, jika anda menuturkan kepada istrimu di saat masuk rumah : &#8220;Duhai kekasihku, semenjak Kanda keluar dari sisimu, dari pagi sampai sekarang, serasa bagaikan setahun&#8221;.</font></p>
<p><font size="2">Sesungguhnya, jika anda betul-betul mengharapkan pahala dari Allah walau anda letih dan lelah, anda mendekati sang istri tercinta dan menjimaknya, maka anda mendapatkan pahala dari Allah, karena Rasulullah bersabda :&#8221;Dan di air mani seseorang kalian ada sedekah&#8221;. </font></p>
<p><font size="2">Apakah melelahkanmu wahai hamba Allah, jika anda berdoa dan berkata : Ya. Allah perbaikilah istriku dan berkatilah daku pada dirinya.</font></p>
<p><font size="2">Ucapan baik adalah sedekah.<br />
Wajah yang berseri dan senyum yang manis di hadapan istri adalah sedekah.<br />
Mengucapkan salam mengandung beberapa kebaikan.<br />
Berjabat tangan mengugurkan dosa-dosa.<br />
Berhubungan badan mendapatkan pahala.</font></p>
<p>Diambil dari kitab &#8221; Fiqh pergaulan suami istri &#8221; oleh Syeikh Mushtofa Al Adawi.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ayoobelajar.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ayoobelajar.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ayoobelajar.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ayoobelajar.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ayoobelajar.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ayoobelajar.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ayoobelajar.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ayoobelajar.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ayoobelajar.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ayoobelajar.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ayoobelajar.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ayoobelajar.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayoobelajar.wordpress.com&blog=2549180&post=33&subd=ayoobelajar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ayoobelajar.wordpress.com/2008/03/05/renungan-buat-sang-suami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fc933f31e127176ba9aa1231605f6df4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ayoobelajar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Zuhud Ala Abu Dzar Radhiyallahu Anhu</title>
		<link>http://ayoobelajar.wordpress.com/2008/02/14/zuhud-ala-abu-dzar-radhiyallahu-anhu/</link>
		<comments>http://ayoobelajar.wordpress.com/2008/02/14/zuhud-ala-abu-dzar-radhiyallahu-anhu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Feb 2008 03:49:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayoobelajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tazkiyatun Nafs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayoobelajar.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Abu Faradisa
Dia melihat sekeliling kamar itu, sambil tersenyum dan  geleng-geleng kepala dia berkometar, “zuhud sekali, Bah”.Mendengar komentar itu,  aku hanya tersenyum. Sobatku itu memang tidak menemukan apa-apa di kamar kostku  yang berukuran 3&#215;3, yang kuhuni dengan istriku. Dia hanya menyaksikan tikar,  peralatan mandi dan mencuci, beberapa piring dan gelas beserta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayoobelajar.wordpress.com&blog=2549180&post=31&subd=ayoobelajar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh: Abu Faradisa</p>
<p><font size="2">Dia melihat sekeliling kamar itu, sambil tersenyum dan  geleng-geleng kepala dia berkometar, “zuhud sekali, Bah”.Mendengar komentar itu,  aku hanya tersenyum. Sobatku itu memang tidak menemukan apa-apa di kamar kostku  yang berukuran 3&#215;3, yang kuhuni dengan istriku. Dia hanya menyaksikan tikar,  peralatan mandi dan mencuci, beberapa piring dan gelas beserta peralatan masak,  dan beberapa buah kardus. Dia juga tak menemukan almari di ruangan ini. Selama 5  tahun lebih tinggal di Jogja, aku memang tidak pernah menggunakan almari;  pakaianku kusimpan dalam kardus.</font><span id="more-31"></span></p>
<p><font size="2">Setelah sobatku pulang, aku teringat  dengan kalimatnya,…”zuhud” Zuhud…ya; zuhud! Bukankah Rasulullah Shallallahu  &#8216;Alaihi wa Sallam mengajarkan kepada kita semua untuk bersikap zuhud? ” Wahai  Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam, tunjukkan kepadaku satu perbuatan yang  jika kulakukan Allah mencintaiku dan manusia juga mencintaiku!” Beliau  Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam bersabda, “Bersikap zuhudlah terhadap dunia,  niscaya Allah mencintaimu dan bersikap zuhudlah terhadap apa yang dimiliki oleh  manusia, niscaya manusia mencintaimu.” (HR. Ibnu Majah, dishahihkan  Albani)</font></p>
<p><font size="2">Ada yang menarik untuk dikaji dari sikap zuhud nya para sahabat.  Misalnya, kezuhudan Abu Dzar Al-Ghifari. Dari Abu Syu’bah diriwayatkan bahwa ada  seorang lelaki yang datag menemui Abu Dzar dazn menawarkan bantuan dana  kepadanya. Abu Dzar berkata, “Kami sudah memiliki kambing yang dapat kami peras  susunya, binatang kendaraaan yang dapat kami kendarai, bahkan juga budak yang  melayani kami, ditambah lagi pakaian yang dapat kami kenakan. Aku khawatir, bila  aku akan dihisab karena kelebihan harta.”</font></p>
<p><font size="2">Beliau juga pernah menolak  seseorang yang mengirimkan tiga ratus dinar ketika Abu Dzar memiliki kebutuhan  mendesak. Beliau juga pernah menolak menambah jumlah makanan sehari-harinya  lebih dari yang pernah dia miliki di masa hidu Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi wa  Sallam. Hal ini dikarenakan beliau takut kalau hal itu merupakan salah satu  pintu ketergantungan dengan dunia dan gemerlapannya.</font></p>
<p><font size="2">Abu Dzar sering  menolak harta pemberian orang. Menurut beliau, meskipun beliau sudah menunaikan  hak Allah, mencarinya melalui jalan yang halal, membelanjakan juga dalam  ketaatan, namun harta itu bisa saja menagguhkan masuknya dirinya ke dalam Surga  di hari kiamat nanti, meski hanya sekejap. Pemilik dua dirham lebih besar  hisabnya di hari kiamat ketimbang pemilik sztu dirham.</font></p>
<p><font size="2">Ketika beliau  meninggal, beliau mewariskan dua ekor keledai betina, seekor keledai jantan,  seekor domba, dan beberapa kendaraan tunggangan.</font></p>
<p><font size="2">Kedermawanan Abu Dzar  juga dapat kita jadikan pelajaran, seringkali beliau tidur dalam keadaan lapar  yang melilit, dikarenakan untuk membuat kenyang tetangga dan tamu-tamunya. Suatu  ketika Abu Dzar memerah susu kambingnya dan kemudian beliau berikan kepada para  tetangga dan tamu-tamunya sebelum untuk dirinya. Beliau hanya meninggalkan satu  perasan saja untuk beliau. Beliau juga memberikan kurma, meskipun jumlahnya  sedikit. Beliau malah meminta maaf dan mengatakan bahwa kalau beliau memiliki  yang lebih baik dari ini, tentu akan diberikannya. Pada malam itu, beliau tidak  makan apa-apa, diberikan semuanya kepada para tamu dan tetangga.</font></p>
<p><font size="2">Suatu  ketika, Muawiyah mengirim seseorang kepad aAbu Dzar dengan membawa seribu dinar.  Pada hari itu juga, uang itu dibagi-bagikan oleh Abu Dzar. Hari berikutnya,  Muawiyah mengutus orang yang sama, utusan itu mengatakan, “Sesungguhnya Muawiyah  hendak mengutusku kepada orang lain, bukan kepadamu, tetapi aku salah alamat.  Tolong kembalikan uang emas itu.” Abu Dzar menjawab, “Celaka Engkau, harta itu  telah habis kubagi-bagikan. Tetapi kalau aku punya harta nanti, akan aku buat  perhitungannya.</font></p>
<p><font size="2">Ada pelajaran menarik dari kisah di atas, bahwa kezuhudan  Abu Dzar bukanlah berasal dari ketidakmampuan atau secara kebetulan. Beliau  sering ditawari harta namun menolaknya. Bahkan beliau pernah ditawarin  kedudukan, tapi menolaknya. Ya, kezuhudan beliau merupakan suatu pilihan, bukan  karena keterpaksaan!!!</font></p>
<p><font size="2">Hal ini menjadikan ku berpikir, bahwa kita mesti  mengoptimalkan semua potensi yang ada, agar kita memiliki kebebasan finansial,  dalam artian, kita memiliki banyak pilihan, bahwa kita memiliki kebebasan untuk  bekerja atau tidak bekerja, punya pilihan bekerja dengan siapa, membeli  keperluan hidp tanpa khawatir soal harga, ke dokter manapun yang kita inginkan  tanpa khawatir biaya, memiliki kebebasan untuk beribadah dan melakukan amal  shalih tanpa takut dengan uang yang mesti kita keluarkan (misalnya ibadah haji,  membangun masjid, dsb.) dan yang penting juga kita memiliki kebebasan untuk  menginfakkan harta kita di jalan Allah, untuk ikut ambil bagian dalam usaha  iqamatuddin.</font></p>
<p><font size="2">Ya Allah, Aku berlindung kepada-Mu dari rasa malas, atau  bekerja tidak dengan gigih, lemudian membawa istilah zuhud sebagai pembenaran,  sebagai satpam dan pagar kemalasanku. Amin.</font></p>
<p><font size="2"><b><i>Nb: bagaimana dengan  zuhud kita? Zuhud keterpaksaan, kebetulan, atau karena sebuah pilihan? Mari kita  introspeksi.</i></b></font></p>
<p>Sumber: Jilbab Online</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ayoobelajar.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ayoobelajar.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ayoobelajar.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ayoobelajar.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ayoobelajar.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ayoobelajar.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ayoobelajar.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ayoobelajar.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ayoobelajar.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ayoobelajar.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ayoobelajar.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ayoobelajar.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayoobelajar.wordpress.com&blog=2549180&post=31&subd=ayoobelajar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ayoobelajar.wordpress.com/2008/02/14/zuhud-ala-abu-dzar-radhiyallahu-anhu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fc933f31e127176ba9aa1231605f6df4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ayoobelajar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buat Yang Masih Bingung</title>
		<link>http://ayoobelajar.wordpress.com/2008/02/02/menjawab-syubhat-dan-kerancuan/</link>
		<comments>http://ayoobelajar.wordpress.com/2008/02/02/menjawab-syubhat-dan-kerancuan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Feb 2008 14:01:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayoobelajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayoobelajar.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[oleh: Abu Hudzaifah
Tulisan ini disusun berangkat dari kenyataan yang ada tentang masih rancunya orang yang memahami istilah &#8220;salaf&#8221; dan &#8220;salafy&#8221;.
Sebagian orang memahami bahwa salaf atau salafy itu sama, yaitu kelompok tersendiri dalam islam. Sebagian orang memahami bahwa salaf atau salafy itu identik dengan islam garis keras dan kolot. Sebagian orang lagi mengatakan bahwa dirinya mengaku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayoobelajar.wordpress.com&blog=2549180&post=30&subd=ayoobelajar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>oleh: Abu Hudzaifah</p>
<p>Tulisan ini disusun berangkat dari kenyataan yang ada tentang masih rancunya orang yang memahami istilah &#8220;salaf&#8221; dan &#8220;salafy&#8221;.</p>
<p>Sebagian orang memahami bahwa salaf atau salafy itu sama, yaitu kelompok tersendiri dalam islam. Sebagian orang memahami bahwa salaf atau salafy itu identik dengan islam garis keras dan kolot. Sebagian orang lagi mengatakan bahwa dirinya mengaku tidak tahu. Sebagian lagi bahkan dengan bangga menyebutkan dirinya adalah salaf atau salafy, namun sayang ternyata dia tidak faham apa itu hakikatnya.</p>
<p>Maka berangkat dari sebuah artikel disuatu &#8220;blog&#8221;, yang mana di situ menunjukkan bagaimana masih minimnya pemahaman umat ini akan manhaj yang mulia ini, maka penulis memberanikan diri untuk menulis komentas atasnya.</p>
<p>Maka sengaja tulisan dikomentar tersebut, penulis tuang ulang kembali dalam blog ini, dengan harapan semoga lebih tersebar dan dapat diambil manfaat oleh yang lain.<span id="more-30"></span></p>
<p>Inilah salah satu opini yang ada dalam suatu blog (sengaja tidak disebutkan nama blognya):</p>
<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<p align="center"><span style="font-size:18pt;color:green;font-family:'Arial Black';">Beda SALAF dengan SALAFY</span></p>
<p align="center"><span style="font-size:18pt;color:green;font-family:'Arial Black';"></span></p>
<p><span style="font-size:18pt;color:green;font-family:'Arial Black';"></span><span style="font-size:14pt;font-family:'Comic Sans MS';">Assalamu’alaikum Wr. Wb.</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:'Comic Sans MS';"></span><span style="font-size:14pt;font-family:'Comic Sans MS';">Dear friends,</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:'Comic Sans MS';">Kontroversi perbedaan dan persamaan antara <b><span style="color:#cc99ff;">SALAF</span></b> dan <b><span style="color:red;">SALAFY</span></b> itu bener-bener bisa bikin umat bingung. Bisa jelasin antara <b><span style="color:lime;">SALAF</span></b><span style="color:lime;"> </span>dengan <b><span style="color:#ff6600;">SALAFY</span></b>.</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:'Comic Sans MS';"></span><span style="font-size:14pt;font-family:'Comic Sans MS';">Sebenarnya meraka itu <b><span style="color:blue;">SAMA</span></b> apa <b><span style="color:olive;">BEDA</span></b> sich????</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:'Comic Sans MS';">Thank’s ya atas <b><span style="color:#333399;">OPINI</span></b>nya…</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:'Comic Sans MS';">Wa’alaikum salam Wr. Wb.</span></p>
<p>Dan ini adalah salah satu komentar yang ada:</p>
<p>mas ..terkait istilah salafy apa hizb atau tidak , dibawah ini ada link..dari forum diskusi myquran dari seseorang yang ber id@wisdom yang mengonmetari seseorang berid @irzan, yang berkeyakinan salafy bukan hizby ; selamat menyimak :<br />
———————————————————————————-<br />
@irzan ; [i]”fanatisme terjadi ketika seseorang merasa bahwa pendapat kelompoknya yang benar, dan ini hanya terjadi ketika kelompok itu punya pendapat resmi. seorang salafy tidak bisa menjadi orang yang fanatik kepada kelompoknya, karena tidak ada pendapat resmi dalam salafy.”[/i]</p>
<p>Fanatik adalah urusan mentalitas manusianya. Ada atau tidak, pendapat atau fatwa resmi (atau bukan resmi). tidak menghalangi manusia untuk tetap bersikap fanatik. De Jure memang tak ada kelompok bernama salafiyah, mau cari ke Mahkamah Agung, Petugas Pembuat Akte, tak akan ada. Tapi secara De facto, salafiyah sebagai ‘kelompok’ memang ada, laa syakka fiihi. Sangat terang bagai terangnya matahari, keterangan Saudara Irzan bagaikan lampu paling terang di bumi, namun itu tak beharga berhadapan dengan fakta dan mentalitas manusianya, yang bagaikan matahari di siang hari.</p>
<p>Sekali lagi ini urusan perilaku, mentalitas, dan adab berjamaah dari manusianya. Orang fanatik ada di mana saja, baik yang OTB (Organisasi Tanpa Bentuk) atau yang jelas bentuknya. Fanatik bisa terlihat jelas tanpa harus menunggu ada ormas apa tidak …</p>
<p>[color=blue]Tutuplah gunung dengan bukit …<br />
Tapi, gunung adalah gunung<br />
bukit tidak sampai seperti gunung ..<br />
[/color]<br />
Lagi pula apa maksud pendapat resmi? apakah pendapat yang harus dikeluarkan oleh lembaga tertentu dan telah diakui oleh pimpinan dan anggota yang ikut berdiskusi? itukah pendapat resmi? kalau memang itu, maka Lajnah Daimah, Hai’ah Kibaril Ulama, Majma’ Buhuts, sudah ribuan pendapat/fatwa resmi mereka yang sudah dikeluarkan.Apakah Lajnah Daimah sebuah lembaga Ulama tanpa ketua dan pengurus (anggota)? apakah ada yang menyebut mereka hizb, padahal jelas-jelas ada ketua dan anggota? sehingga orang mengatakan Syaikh Fulan merupakan anggota Hai’ah kibaril Ulama, Syaikh Anu anggota lajnah Da’imah. Apakah karena itu mereka disebut hizb? jika ya, sungguh terlalu! Jika tidak apa bedanya dengan yang lain … ?</p>
<p>lalu bagaimana sikap manusia terhadap fatwa-fatwa mereka, ternyata ada yang mengikutinya, ada pula yang menolaknya, karena memang, dalam perkara ini, fatwa tidaklah mengikat, yang mengikat adalah syariat. Dan Syariat berbeda dengan fatwa, walau fatwa bagian dari syariat.</p>
<p>Jamaah secara bahasa adalah Al Qaumu Al mujtami’un/kaum yang berkumpul (lihat Syarah al Aqidah al Wasithiyah, Said bin Ali al Wahf al Qahthany, hal, 10)</p>
<p>Jadi, kumpulan manusia yang terikat oleh manusia lain yang sesuai visi, misi, dan pemikiran, walau mereka tidak pada wadah yang sama, walau seorang diri maka ia bagian dari jamaah pula.</p>
<p>Walau Saudara Irzan katakan, tidak pernah disebut ‘anggota salafy’, karena ’salafy’ bukan kelompok, maka itu hanyalah pilihan semantis (kata-kata) belaka. Sebab ternyata memang sehari-hari manusia lebih suka memanggil kalian, ‘Orang salafy’, sama saja bukan?</p>
<p>Ketika orang bertanya, ‘Dia siapa sih?’ jawabannya jarang kita mendengar orang menyebut ‘anggota PKS’, ‘Anggota HTI’, ‘Anggota Tarbiyah’, tapi lebih seriing yang terdengar adalah orang PKS, ORang HTI, dan Orang Tarbiyah. Sama juga …</p>
<p>Saudara Irzan membela hidup-hidupan (biasanya matia-matian …) bahwa salafy bukan hizb. Padahal, dia tahu di antara guru-gurunyaada yang dituduh hizby, turatsy, surury, oleh salafy yang lain, terus-menerus tanpa berkesudahan ….</p>
<p>Kenyataan memilukan ini, adalah bukti bahwa salafy juga hizb (bahkan menurut sesama salafy sendiri). Tidak mungkin manusia membicarakan sesuatu yang belum pernah ada, Orang membicarakan sesuatu karena sesuatu itu memang ada. Renungkan … artinya jika ada sesama salafy saja saling tuduh sebagai hizby, bukan sekadar pembicaraan lagi, maka kepastian hizby itu benar adanya …. entah pada faksi yang mana …</p>
<p>yang pasti, tidak mungkin dua-duanya tidak hizby …. Wadhih!?</p>
<p>wa akhiru da’wana anil hamdulillahi rabbil ‘alamin …<br />
——————————————————————————————<br />
nah kalau kita mau lihat tulisan-tulisan  saudara wisdom ini, yang ana kira manfaat silakan bisa kita lihat :</p>
<div class="snap_preview"> <a href="http://myquran.org/forum/index.php?action=profile;u=44474;sa=showPosts" rel="nofollow">http://myquran.org/forum/index.php?action=profile;u=44474;sa=showPosts</a></div>
<div class="snap_preview"></div>
<div class="snap_preview"></div>
<div class="snap_preview"></div>
<div class="snap_preview"></div>
<div class="snap_preview">Maka coba kita jawab:</div>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>assalaamu &#8216;alaikum</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>afw ana ikut nimbrung..semoga kehadiran ana tidak menambah kebingungan..tapi sebaliknya menambah suatu menjadi terang.. </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>&#8220;Sungguh, aku tinggalkan kalian di atas yang putih bersih, malamnya seperti siangnya (artinya sangat2 jelas). Tidak akan menyimpang daripadanya sepeninggalku kecuali orang yang celaka.&#8221; (HR Ibnu Majah (1/16), Ahmad (4/126), Al Hakim (1/175) )</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>&#8220;Barang siapa yang kalian hidup sepeninggalku, maka kalian akan menyaksikan perselisihan yang sangat banyak. Maka wajib bagi kalian untuk berpegang kepada sunnahku (ajaranku) dan sunnahnya para khulafaur rosyidin&#8221; (HR abu dawud 4608, tirmidzi 2676, ibnu majah 44). </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Umatku nanti akan terpecah menjadi 73 kelompok (HR Ahmad dan lainnya). Dalam riwayat tirmidzi ada tambahan &#8220;semuanya masuk neraka kecuali satu, yaitu aku dan para sahabatku yang berada di atas jalan tersebut&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>&#8220;Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar&#8221; (At taubah : 100)</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Dari hadist2 di atas maka:</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>1. Sungguh islam sudah jelas dan terang, sesuatu itu menjadi tidak jelas dan membingungkan itu disebabkan karena &#8220;masih bodohnya&#8221; kita semua (sehingga janganlah malas untuk belajar dan bertanya) dan banyaknya syubhat yang bertebaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>2. Salahkah ana apabila ana ingin selamat dari &#8220;fitnah&#8221;, ana<span>   </span>menginginkan menjadi &#8220;golongan yang selamat&#8221; (firqoh an naajiyah) ?</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>3. Dari banyak nash, alqur&#8217;an maupun as sunnah (hadist), maka golongan yang selamat adalah &#8220;orang-orang yang berpegang teguh kepada alqur&#8217;an dan as sunnah sesuai dengan apa yang difahami dan di amalkan oleh oleh rosululloh dan para sahabatnya&#8221;. Sepakatkah kita dengan ini?</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>4. Mengapa tidak cukup bagi ana untuk mengatakan &#8220;berpegang teguh kepada alquran dan as sunnah &#8220;(titik)?</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>jawabnya: karena semua orang atau kelompok pun demikian. Tidak ingatkah kita dengan kelompok &#8220;khowarij&#8221; yang diperangi oleh Ali Rodhiyallohu anhu? Bukankah mereka sangat berpegang teguh kepada keduanya? bahkan &#8220;jargon&#8221; yang mereka bawa adalah &#8220;tidak ada hukum melainkan milik Allah&#8221; (al an&#8217;am : 57). Lalu dimana letak kesalahan khowarij? Salahkah Ali radhiyallohu anhu memerangi mereka? apakah kita akan katakan ali radhiyallohu anhu sebagai &#8220;tukang ribut&#8221;? apakah mereka (orang khowarij) tidak berpegang kepada al qur&#8217;an dan as sunnah? </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Kita jawab : &#8220;mereka telah berpegang teguh..namun dengan pemahaman yang salah, bukan menurut pemahamannya nabi dan para sahabatnya..namun dengan pemahaman akalnya sendiri, kelompoknya sendiri atau pemimpinnya sendiri. Dan ali rodhiyallohu anhu tidak salah, karena selain jihad terhadap orang2 kafir, kita juga diwajibkan untuk berjihad terhadap orang-orang yang memiliki pemikiran menyimpang. Dan itulah yang dilakukan olah para ulama&#8217; dalam membantah pemikiran-pemikiran atau syubhat2 yang batil lewat tulisan2 mereka. Dan karena waktu itu ali rodhiyallohu anhu adalah amirul mu&#8217;minin, maka beliau bisa berjihad dengan tangannya (memeranginya)</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Maka dengan tambahan &#8220;sesuai dengan pemahaman nabi dan para sahabatnya&#8221; itu akan dengan sendirinya memilah mana yang benar dan mana yang salah.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>5. Lalu gimana saya tahu itu sesuai dengan pemahaman dan pengamalan nabi atau bukan?</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Maka jawabnya: B E L A J A R</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Bukalah, bacalah dan fahamilah kitab2 para ulama yang terpercaya atau mu&#8217;tabar, semisal Imam Syafi&#8217;i, Imam Ahmad, Ath Thohawi, Al Qurthubi, Ibnul Jauzi, Ibnu Taimiyah, Ibnul Qoyyim dll. Dan juga ulama&#8217;2 sekarang semisal syaikh albani, syaikh bin baz, syaikh ibnu utsaimin dll (semoga Alloh merahmati mereka semuanya). Maka akan antum temukan banyak &#8220;mutiara&#8221; yang terpendam di dalamnya dan penjelasan yang terang benderang, seterang matahari di siang bolong.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>6. Tapi gimana saya gak ngerti bahasa arab?</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Kita jawab: maka memang benar, kebodohan adalah penghalang untuk sampainya hidayah. Jadi belajarlah Bahasa Arab.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>7. Tapi belajar bahasa arab kan perlu waktu lama, gimana nanti kalau saya mati sebelum bisa bahasa arab? Gmn saya bisa tahu mana yang benar dan mana yang salah?</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Jawabnya: Maka sambil belajar bahasa arab, bacalah buku terjemahnya dari &#8220;penerjemah dan penerbit yang terpecaya&#8221;. Dan juga belajarlah dari guru atau ustadz yang juga &#8220;terpecaya&#8221; akan ilmu dan akhlaknya.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>8. mengapa sih harus pake &#8220;terpercaya&#8221; segala?</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Jawabnya: Ingat perkataan nabi bahwasanya akan ada nanti da&#8217;i-da&#8217;i yang mereka menyeru pada neraka jahanam (kesesatan) (HR muslim 1847). dan juga perkataan seorang tabi’in bernama Muhammad bin Sirin mengatakan: “Sesungguhnya ilmu ini adalah agama maka lihatlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.” Beliau juga berkata: “Dahulu orang-orang tidak bertanya tentang sanad (rangkaian para rawi yang meriwayatkan) hadits, maka tatkala terjadi fitnah mereka mengatakan: sebutkan kepada kami sanad kalian, sehingga mereka melihat kepada Ahlussunnah lalu mereka menerima haditsnya dan melihat kepada ahlul bid’ah lalu menolak haditsnya.” (Riwayat Muslim dalam Muqaddimah Shahih-nya)</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>9. Nah..kesimpulannya, cara beragama (atau yang lebih dikenal dengan istilah &#8220;manhaj&#8221;)<span>  </span>yang benar dan selamat adalah cara beragama dengan berpegang teguh kepada al qur&#8217;an dan as sunnah sebagaimana yang di fahami dan diamalkan oleh nabi dan para sahabatnya&#8221;.</span><span dir="rtl" style="font-family:'Times New Roman','serif';"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Nah..untuk menyingkat itu maka sebutlah dengan istilah &#8220;manhaj salaf&#8221;.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Dan orang yang meniti manhaj salaf disebut dengan salafy (dalam bahasa arab disebut dengan nisbah pelakunya). Seperti orang yang mengikuti fahamnya asy&#8217;ariyah disebut asy&#8217;ari, orang yang mengikuti madzhabnya imam abu hanifah disebut hanafi, mengikuti imam ahmad disebut hambali.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>10. Jadi, salaf adalah penisbatan kepada nabi dan para sahabatnya (yakni dalam beragama ini, baik keyakinan ataupun amalan). Sedangkan salafy adalah orangnya, yakni orang yang menisbahkan cara beragamannya dengan &#8220;salaf&#8221; yaitu nabi dan para sahabatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>11. terakhir&#8230;(afw agak panjang)</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Mungkin ada yang bertanya: tapi banyak sekarang yang mengaku bermanhaj salaf tapi kenyataannya&#8230;?</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Kita jawab: manhaj ini tidak butuh pada pengakuan, namun yang diperlukan bukti. seperti syair arab: &#8220;semua orang mengaku punya hubungan dengan laila, akan tetapi laila tidak mengakuinya&#8221;. </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Maka ada 2 kemungkinan kalau ada orang yang mengaku bermanhaj salaf, namun kenyataaanya ucapan dan perbuatannya jauh dari manhaj salaf. Pertama: pengakuannya dusta. Kedua: pelakunya telah khilaf (setiap bani adam pasti punya salah). Maka celalah pelakunya (personnya), jangan antum hubungkan dengan mulianya &#8220;manhaj&#8221; ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Terakhir&#8230;..TERUSLAH BELAJAR&#8230;karena nabi bersabda: &#8220;barang siapa yang Allah ingin kehendaki baginya kebaikan, maka Allah akan fahamkan dia tentang masalah (ilmu) agama (HR Bukhori dan Muslim).</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Paling terakhir..bagi yang masih bingung antara &#8220;salaf&#8221; dengan &#8220;salafi&#8221; adalah seperti orang non muslim yang masih bingung antara &#8220;islam&#8221; dengan &#8220;muslim&#8221;. (awas..! jangan salah faham, nanti ana dikira takfir, yaitu menyatakan orang yang masih bingung sama dengan non muslim. Tapi yang ana samakan adalah dari sisi &#8220;bingungnya&#8221;.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Maka janganlah islam ini dirusak dengan istilah &#8220;islam garis keras&#8221;, &#8220;islam moderat&#8221;, &#8220;islam militan&#8221; &#8220;islam nasionalis&#8221; dsb. ISLAM ya islam&#8230;dengan segala keagungan syariatnya. Maka kalau ada orang islam (muslim) yang suka ngebom (baca &#8220;teror), suka nyuri, kolot, jorok, pemalas&#8230;.maka CELALAH PELAKUNYA. Dan jangan kau hubungkan sedikitpun dengan mulianya syari&#8217;at ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Dan ketika semua orang mengaku dirinya adalah beragama islam, namun kenyataannya mereka memahaminya hanya dengan akal mereka sendiri, kelompoknya, pemimpinnya dan hawa nafsunya sendiri, maka salahkah bila kita mengatakan bahwa islam yang benar adalah islam yang sesuai dengan apa yang pernah difahami dan diamalkan oleh rosululloh dan para sahabatnya?</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Ana tidak sedang menyatakan pembenaran atas diri ana sendiri, karena meskipun ana mengaku bermanhaj salaf (salafy), namun sebagaimana manusia biasa, ana juga tak luput dari khilaf. Namun ana sedang menyatakan pembenaran atas cara beragama atau manhaj yang benar.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Mudah2an komentar ini bermanfaat untuk kita semuanya&#8230; dan afwan apabila ada kata2 yang mungkin kasar atau kurang pas, sekali lagi itu karena kekhilafan dan kebodohan ana, bukan karena jeleknya atau kurang sempurnanya manhaj salaf<span>  </span>ini dalam metode menasehati atau amar ma&#8217;ruf nahi munkar.</span></p>
</div>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ayoobelajar.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ayoobelajar.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ayoobelajar.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ayoobelajar.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ayoobelajar.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ayoobelajar.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ayoobelajar.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ayoobelajar.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ayoobelajar.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ayoobelajar.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ayoobelajar.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ayoobelajar.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayoobelajar.wordpress.com&blog=2549180&post=30&subd=ayoobelajar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ayoobelajar.wordpress.com/2008/02/02/menjawab-syubhat-dan-kerancuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fc933f31e127176ba9aa1231605f6df4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ayoobelajar</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>