Ilmu Tajwid

Ilmu tajwid adalah ilmu yang sangat penting yang berkaitan antara hamba dan penciptanya. Karena seorang hamba dituntut untuk untuk membaca Al-Fatihah dan beberapa surat lain dalam setiap shalat, yang ilmu tajwid ini merupakan salah satu upaya untuk mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.
Namun masih banyak masyarakat yang belum mengetahui pentingnya ilmu tajwid ini. Padahal, membaca Al-Quran dengan pelan dan tenang serta memahami hukum tajwid dengan benar, baik memanjangkan bacaan panjang, mengucapkan dengan dengung, merupakan sebagus-bagus bacaan, sebagaimana perintah Allah dalam Al-Quran srat Al-Muzammil ayat ke-4 :
“DAN BACALAH AL-QURAN ITU SECARA TARTIL.”
Dan yang sangat kita sayangkan adalah ketika kita dapati para imam rawatib yang masih banyak kesalahan dalam membacanya. Terutama ketika membaca Al-Fatihah, di mana hal ini dapat merubah arti dan maknanya (sehingga bisa membatalkan shalatnya). Padahal, Al-Fatihah merupakan salah satu rukun shalat. Hal ini menunjukkan bahwa masih jauhnya mereka dari ilmu.
Maka kami nasehatkan kepada kaum muslimin untuk kembali menuntut ilmu agama mereka, yang diambil dari Al-Quran dan As-Sunnah, baik dalam permasalahan aqidah, ibadah, muamalah, tajwid, dan yang lainnya. Agar senantiasa kokoh pada aqidah yang benar, serta berupaya untuk menyelamatkan diri kita di dunia dan di akhirat. Amin

Belajar ilmu seperti ini seharusnya langsung dari guru / ustadz. Karena dengan lewat mereka, kita langsung bisa dibetulkan jika kita ada kesalahan. Betapa banyak orang yang menganggap bacaannya benar, namun ternyata jauh dari benar itu sendiri. Dan biasanya, jika orang itu sudah terbiasa membaca dengan salah (misal panjang pendeknya dsb), maka biasanya sangat sulit untuk bisa dirubah. Bagi yang ingin melengkapi proses belajarnya, berikut ada software (animasi flash) yang semoga bisa membantu. Namun sekali lagi, belajarlah ilmu seperti langsung kepada ahlinya.

Bagi yang ingin software tersebut bisa didownload di sini  (3183 Kb)

Belajar adalah Proses; Dia Juga Perlu “MOTIVASI”

Semakin kita memahami lebih banyak tentang dunia di sekitar kita, semakin bergairah dan penasaranlah terhadap kenyataan hidup yang ada dalam hidup kita.

Gairah adalah salah satu elemen pokok yang meringankan upaya dan mengubah kegiatan-kegiatan yang biasa-biasa saja menjadi suatu pekerjaan yang dapat dinikmati.

Semakin besar “Mengapa” kita akan semakin besar energi yang mendorong kita untuk meraih sukses.

Mimpi tidak hanya membantu kita berhadapan dengan kegagalan, tetapi mereka juga memotivasi kita secara konstan.

Mimpi masa kini adalah kenyataan hari esok.

Insya Allah kita bisa, jika kita berpikir bisa, selama akal mengatakan bisa. Batasan apakah sesuatu masuk akal atau tidak, kita lihat saja orang lain, jika orang lain telah melakukannya atau telah mencapai impiannya, maka impian tersebut adalah masuk akal.
Baca lebih lanjut

Renungan Buat Sang Suami

Wahai sang suami ….
Apakah membebanimu wahai hamba Allah, untuk tersenyum di hadapan istrimu dikala anda masuk ketemu istri tercinta, agar anda meraih pahala dari Allah?!!

Apakah membebanimu untuk berwajah yang berseri-seri tatkala anda melihat anak dan istrimu?!!
Baca lebih lanjut

Zuhud Ala Abu Dzar Radhiyallahu Anhu

Oleh: Abu Faradisa

Dia melihat sekeliling kamar itu, sambil tersenyum dan geleng-geleng kepala dia berkometar, “zuhud sekali, Bah”.Mendengar komentar itu, aku hanya tersenyum. Sobatku itu memang tidak menemukan apa-apa di kamar kostku yang berukuran 3×3, yang kuhuni dengan istriku. Dia hanya menyaksikan tikar, peralatan mandi dan mencuci, beberapa piring dan gelas beserta peralatan masak, dan beberapa buah kardus. Dia juga tak menemukan almari di ruangan ini. Selama 5 tahun lebih tinggal di Jogja, aku memang tidak pernah menggunakan almari; pakaianku kusimpan dalam kardus. Baca lebih lanjut

Buat Yang Masih Bingung

oleh: Abu Hudzaifah

Tulisan ini disusun berangkat dari kenyataan yang ada tentang masih rancunya orang yang memahami istilah “salaf” dan “salafy”.

Sebagian orang memahami bahwa salaf atau salafy itu sama, yaitu kelompok tersendiri dalam islam. Sebagian orang memahami bahwa salaf atau salafy itu identik dengan islam garis keras dan kolot. Sebagian orang lagi mengatakan bahwa dirinya mengaku tidak tahu. Sebagian lagi bahkan dengan bangga menyebutkan dirinya adalah salaf atau salafy, namun sayang ternyata dia tidak faham apa itu hakikatnya.

Maka berangkat dari sebuah artikel disuatu “blog”, yang mana di situ menunjukkan bagaimana masih minimnya pemahaman umat ini akan manhaj yang mulia ini, maka penulis memberanikan diri untuk menulis komentas atasnya.

Maka sengaja tulisan dikomentar tersebut, penulis tuang ulang kembali dalam blog ini, dengan harapan semoga lebih tersebar dan dapat diambil manfaat oleh yang lain. Baca lebih lanjut

NASEHAT UNTUK SAUDARAKU KAUM MUSLIMIN

oleh: Abu Hudzaifah

Saudaraku yang semoga Allah memberikan rahmat untukmu

Dakwah adalah syi’ar islam. Lewat dakwahlah maka islam ini akan terus tersebar ke setiap lorong waktu dan pelosok lembah. Ajaran ini akan terus ditebarkan lewat orang-orang yang telah Allah pilih, yang mereka akan selalu berpegang kepada kebenaran dan tidak akan membahayakan mereka orang-orang yang mencela dan merendahkan mereka. Seperti sabda  Nabi Sholllallohu ‘alaihi Wasallam : “Akan senantiasa terus ada dari kalangan umatku ini sampainya datangnya hari kiamat, sekelompok orang yang mereka selalu berpegang kepada kebenaran, dan tidaklah akan membahayakan mereka orang-orang yang merendahkan mereka”. (HR Bukhori dan Muslim).

Realita yang ada pada kaum muslimin  sekarang ini, diakui atau tidak, mereka pada umumnya berada pada kondisi yang sangat lemah, baik lemah dari sisi aqidah, kekuatan fisik, ekonomi ataupun lainnya. Padahal Rosululloh Sholllallohu ‘alaihi Wasallam telah menyampaikan melalui lisannya: “Islam ini tinggi dan tidak ada umat yang mampu mengungguli”(Hadist hasan riwayat Daruquthni). Pertanyaannya selanjutnya adalah mengapa hal ini bisa terjadi? Baca lebih lanjut

Sudah Syar’ikah Jilbab Ukhti ?

by qoulan sadida

Sesungguhnya agama Islam memerintahkan setiap orang muslim agar mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri, kemudian menghindari mereka dari keburukan sebagaimana ia menghindarkan diri daripadanya, nasehat menasehati demi menta’ati kebenaran yang telah didatangkan dari Allah dan RasulNya , baik itu berupa perintah maupun larangan, dengan hati rela mematuhinya.

Di saat agama Islam tiba dan kaum Jahiliyah membenci bayi perempuan, bahkan tega buah hati sendiri dikubur hidup-hidup, tidak memberikan harta warisan kepada wanita, terkadang mem-pusakai wanita bagaikan harta yang lain dengan jalan paksa. Maka Allah serta Rasul-Nya melarang perbuatan keji tersebut, menjaga dan mengangkat derajat wanita bagaikan mutiara berharga, dengan memberikan hak-haknya sebagaimana agama menghormati dan memberikan hak-haknya kepada seorang lelaki. Demi kesucian masyarakat serta demi keutuhan dan kehormatan seorang muslimah dari kemaksiatan dan dari kecerobohan orang jahil, maka Islam menganjurkan perkawinan dan mengharamkan perbuatan zina.Maka demi kesucian dan keutuhan, Allah Dzat Yang Maha Penyayang memerintahkan para muslimah agar mengenakan hijab (jilbab), supaya berada di sisi Allah , dan ditempat sejauh mungkin dari perbuatan keji yang dapat menimpa pada diri kaum muslimah. Baca lebih lanjut