NASEHAT UNTUK SAUDARAKU KAUM MUSLIMIN

oleh: Abu Hudzaifah

Saudaraku yang semoga Allah memberikan rahmat untukmu

Dakwah adalah syi’ar islam. Lewat dakwahlah maka islam ini akan terus tersebar ke setiap lorong waktu dan pelosok lembah. Ajaran ini akan terus ditebarkan lewat orang-orang yang telah Allah pilih, yang mereka akan selalu berpegang kepada kebenaran dan tidak akan membahayakan mereka orang-orang yang mencela dan merendahkan mereka. Seperti sabda  Nabi Sholllallohu ‘alaihi Wasallam : “Akan senantiasa terus ada dari kalangan umatku ini sampainya datangnya hari kiamat, sekelompok orang yang mereka selalu berpegang kepada kebenaran, dan tidaklah akan membahayakan mereka orang-orang yang merendahkan mereka”. (HR Bukhori dan Muslim).

Realita yang ada pada kaum muslimin  sekarang ini, diakui atau tidak, mereka pada umumnya berada pada kondisi yang sangat lemah, baik lemah dari sisi aqidah, kekuatan fisik, ekonomi ataupun lainnya. Padahal Rosululloh Sholllallohu ‘alaihi Wasallam telah menyampaikan melalui lisannya: “Islam ini tinggi dan tidak ada umat yang mampu mengungguli”(Hadist hasan riwayat Daruquthni). Pertanyaannya selanjutnya adalah mengapa hal ini bisa terjadi?

Nabi Sholllallohu ‘alaihi Wasallam bersabda: ”Hampir-hampir sudah umat manusia akan berkumpul mengeroyok kalian dari segala arah sebagaimana orang-orang makan mengelilingi bejana makanannya. Seseorang berkata: “Wahai Rosululloh, apakah karena jumlah kami waktu itu sedikit?”, jawab beliau: “Bahkan jumlah kalian adalah banyak, namun banyaknya kalian bagaikan buih banjir. Allah benar-benar mencabut rasa takut dari dada-dada musuh kalian, dan benar-benar akan menimpakan penyakit wahn dalam hati-hati kalian”. Seseorang bertanya: “Wahai Rosululloh, apakah penyakit wahn itu?”. Jawab beliau: “Cinta dunia dan takut mati”. (Hadist hasan riwayat Ahmad 5/278, Abu Dawud 4297)

Rosululloh Sholllallohu ‘alaihi Wasallam juga bersabda: “Apabila kalian telah berjual beli dengan sistem jual beli ‘inah (salah satu bentuk riba), dan kalian memegang ekor-ekor sapi dan senang dengan bercocok tanam (disibukkan oleh urusan duniawi), serta kalian telah meninggalkan jihad fii sabilillah, maka Allah akan berikan kehinaan kepada kalian yang kehinaan itu tidak akan dicabut dari kalian sampai kaian mau kembali kepada agama kalian”. (Hadist Shohih dalam Jami’ush Shoghir 423dan Sunan Abu Dawud 9/335).

Dari hadits Rosululloh tersebut maka jelaslah bagi kita bahwa keadaan buruk yang menimpa kaum muslimin dewasa ini disebabkan sangat jauhnya mereka dari ajaran agama, jauh dari kitab Alloh dan Sunnah Rosul-Nya. Mereka disibukkan dengan kehidupan dunia dan melalaikan hak-hak Robb-nya. Kesyirikan yang merupakan dosa terbesar seolah-olah sudah menjadi profesi sehari-hari dan menjadi bagian hidup mereka bahkan menjadi komoditi bisnis dan mata pencaharian mereka, ibadah mereka dipenuhi dengan kebid’ahan dan keseharian mereka dijalani dengan bermaksiat kepada penciptanya. Padahal kesyirikan, kebid’ahan dan kemaksiatan inilah kotoran-kotoran yang merupakan sebab kehancuran bangunan Islam.

 Berjuang tapi tanpa ilmu

Melihat kondisi ini, Alhamdulillah..merupakan sesuatu yang mengembirakan, sebagian kaum muslimin tergerak hatinya untuk menyelamatkan umat ini dari keterpurukan dan kehinaan, serta meninggikan kemuliaan umat ini yang telah lama hilang. Namun sayang, sebagian besar dari mereka hanyalah bermodalkan semangat dan keikhlasan saja, tanpa disertai dengan ilmu. Maka yang terjadi adalah sebaliknya, tidaklah perbaikan yang mereka dapatkan namun kerusakan demi kerusakanlah yang akhirnya muncul, yang semakin menambah derita dan nestapa kaum muslimin. Pengeboman yang terjadi di sana-sini adalah salah satu bukti bagaimana perjuangan mereka tidaklah didasari dengan ilmu, namun semangat semata. Dan kita lihat tidaklah kemulian islam yang didapatkan, namun islam dan kaum muslimin semakin disudutkan, dakwah islam menjadi terhambat, komentar-komentar miring, ataupun akibat-akibat lainnya.

 Tashfiyyah dan Tarbiyyah

Padahal jika mereka mau merenungi sejenak hadits Rosululloh diatas tentulah mereka akan mendapati jawaban dan solusi terbaik yang dapat mengentaskan umat Islam dari kehinaan ini. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda “Apabila kalian telah berjual beli dengan sistem jual beli ‘inah (salah satu bentuk riba), dan kalian memegang ekor-ekor sapi dan senang dengan bercocok tanam (disibukkan oleh urusan duniawi), serta kalian telah meninggalkan jihad, maka Allah akan berikan kehinaan kepada kalian yang kehinaan itu tidak akan dicabut dari kalian sampai kaian mau kembali kepada agama kalian”. (Hadist Shohih dalam Jami’ush Shoghir 423dan Sunan Abu Dawud 9/335).

Karena itu wajib bagi kita memulai langkah dengan mempelajari Islam yang haq sebagaimana jalan yang ditempuh pertama kali oleh Rosululloh dengan men-tashfiyyah (memurnikan) Islam dari kotoran-kotoran yang melekat padanya kemudian kita men-tarbiyyah (mendidik) diri kita dengan mengamalkan Islam yang telah dimurnikan ini. Ibarat gelas yang kotor, maka cucilah dahulu kotorannya baru kemudian diisi air. Demikianlah janji Alloh dalam salah satu firman-Nya,”Dan Alloh telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap beribadah kepada-Ku dengan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Ku.” ( An-Nuur : 55).

 

Ambillah pelajaran dari kisah rosululloh dan para sahabatnya.

            Saudaraku…lupakah kita akan kisah perjuangan rosululloh dan para sahabatnya. Bukankah dulu mereka adalah kaum yang lemah? Lemah ekonominya, jumlahnya, persenjataannya dan politiknya dibandingkan dengan kaum musyrikin?? Tidakkah kita ingat secara politik kaum muslimin pada waktu sangat tertindas? Tidakkah kita ingat pengikut Rosulullah pada waktu itu adalah umumnya dari kalangan orang-orang yang lemah ekonomi dan status sosialnya? Atau sudah lupakah kita bahwa dalam hampir setiap peperangan jumlah, kekuatan dan persenjataan kaum muslimin jauh dibawah kaum musyrikin?

            Lalu…apakah yang membuat mereka menang diatas musuh-musuhnya? Bahkan pernah menguasai hampir 2/3 belahan dunia dan memimpin dengan peradabannya? Maka..satu yang tidak boleh dilupakan adalah mereka unggul dibandingkan musuh-musuhnya dalam hal kekuatan iman, aqidah dan amal sholih. Hal inilah yang membuat mereka ditolong oleh Allah di atas musuh-musuhnya. “Hai orang-orang yang beriman, Jika kalian menolong agama Allah maka Allah akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian”(QS Muhammad : 7.) Dan bukanlah berarti kita melupakan sisi persiapan fisik dan kekuatan persenjataan. Sebagaimana tidak mungkin dan sesuatu yang konyol apabila melawan tank-tank dan roket-roket hanya bermodalkan ketapel dan pisau dapur (bukti hanya berdasarkan semangat dan emosi semata). Karena Allah pun memerintahkan kita demikian: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kida-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya” (QS Al Anfal: 60). Namun…yang lebih penting dari itu, sekali lagi janganlah kita lupakan kekuatan kita yang utama, yaitu aqidah, iman dan amal sholih.

            Maka, janganlah kita bermimpi indah bahwa kita akan menang di atas musuh-musuh kita, bangkit dari keterpurukan dan meraih kemuliaan ini, jika sampai saat ini masyarakat kita masih asyik berkubang dengan kesyirikan, ibadah mereka masih dihiasi dengan kebid’ahan dan jauhnya dari tuntunan Nabi yang mulia Shollallahu ‘alaihi Wasallam; pemuda-pemuda kita masih asyik dengan pacaran dan gaya hedonis barat; serta anak-anak kita masih biarkan tumbuh liar tanpa arah dan pendidikan yang benar.

            Wallohi…tidaklah nasehat ini diberikan untuk membongkar aib kaum muslimin sendiri karena aib itu sebenarnya juga aib penulis sendiri sebagai seorang muslim. Hal itu karena rosululloh telah mengibaratkan kita semua ibarat satu tubuh. Namun tulisan ini hanyalah sekedar nasehat yang semoga menyadarkan kita atas tidur panjang, mimpi indah dan keterlalain kita selama ini. Tidak usahlah kita gembor-gembor di tengah jalan untuk meminta ditegakkannya syari’ah ini, sementara keluarga kita masih kita biarkan kosong dari ilmu dan amalan agama. Mulailah dari diri kita dan keluarga kita, ajarilah mereka aqidah yang benar, ibadah yang sesuai dengan sunnah Nabi-Nya, dan perintahkanlah isteri dan anak-anak perempuan kita untuk memakai hijab/jilbab yang benar. Jika ini yang terjadi, maka sungguh pertolongan Allah sangat dekat “Dan tetaplah beri peringatan, karena peringatan itu memberikan manfaat terhadap orang-orang yang beriman” (Adz-Dzariyat : 55 ).  Wallohu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s